Thursday, November 22, 2007
tapi yang jadi permasalahan apakah dia menyadarinya
jika hal tersebut dapat diketahui lebih awal, alangkah enaknya
tetapi sayang sekali jika waktu tersebut telah lewat
bahkan hanya berlalu didepan mata
Ternyata, setiap orang tentu menyadari waktu
tetapi apakah ia mau menyadarinya
atau hanya ingin berpura-pura lupa waktu
berapa banyak yang tau waktu itu datang
tapi berapa banyak yang datang untuk menyambutnya
berapa banyakyang tau waktu itu pergi
tapi berapa banyak yang rindu akannya
Ternyata, setiap orang lupa waktu
tapi ada banyak orang yang bersenang-senang dengan waktu
tapi tidak sedikit orang yang bergembira dengan waktu
Sadarkah, aku akan waktu ku?
sadarkah aku apa yang telah ku lalui dengan waktu
sadarkah aku apa yang telah ku goreskan rasa rindu dengan waktu
....
Waktu..
Friday, December 08, 2006
hari-hari yang menyita waktu tuk berdakwah
dakwah disekolah
dengan teman-teman
dengan keluarga juga tidak boleh terlupakan
kekuatan...
aku butuh kekuatan...
kekuatan agar bisa bertahan
dan kekuatan agar jangan hanya bisa bertahan
tapi...
kekuatan untuk melakukan yang lebih... lebih... dan lebih baik lagi
bantu aku dengan doa mu teman
bantu aku dengan dukunganmu
bantu aku dengan memberiku motivasi untuk terus maju dan berkembang
terus terang...
aku sangat butuh bantuanmu...
Saturday, July 30, 2005
Menghilangkan dan Mencegah Komedo
Menghilangkan Kulit Kusam dan Flek Hitam
Menghilangkan Jerawat
Thursday, July 07, 2005
Lowongan
Kesempatan ini akan diberikan kepada Semua orang tanpa pengecualian.
Anda hanya perlu membaca dan mengerti.
LOWONGAN UNTUK POSISI :
a. Anggota Syurga Dari Awal.
b. Anggota Neraka Dari Awal.
c. Anggota Neraka temporer Kemudian ditransfer ke Syurga.
I. EMPAT KEUNTUNGAN LUMAYAN (untuk posisi a ):
a. Nikmat kubur.
b. Perlindungan di Padang Mahsyar.
c. Keselamatan Meniti Sirath-al mustaqim.
d. Syurga yang kekal abadi.
WAKTU WAWANCARA/INTERVIEW
Kapan saja secara adhoc mulai dari saat membaca iklan ini.
LOKASI WAWANCARA/INTERVIEW:
Dalam kubur (alam barzakh).
SYARAT:
- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan pangkat atau sertifikat.
- Tidak perlu bawa harta (yang banyak)
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi
Hanya diperlukan bawa dokumen asli Iman dan Amal.
Yang melakukan interview; Mungkar dan Nangkir.
INI NIH BOCORAN PERTANYAAN INTERVIEW (6 Soal)
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa Agamamu ?
3. Siapa Nabimu?
4. Apa Kitabmu?
5. Dimana Kiblatmu ?
6. Siapa Saudaramu?
CARA MELAMAR:
TIPS UNTUK BERHASIL DALAM WAWANCARA TERTUTUP INI:
Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal, yang bermaksud;
Sabda Rasulullah SAW:
Ia akan didatangi malaikat dari bagian kepala, maka sholat itu berkata kepada malaikat: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kanan, maka puasa berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kiri, maka zakat berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian dia didatangi dari arah ujung kakinya dan berkatalah amal kebajikan: di bahagianku tidak ada jalan masuk.
Kemudian dibukakan baginya satu pintu disyurga, maka dikatakan kepadanya itulah tempat kamu dan itulah janji Allah pada kamu dan kamu akan berada di dalamnya. Maka bertambah gembiralah mayat itu. Kemudian dilapangkan kuburnya seluas 70 hasta dan disinari cahaya baginya.
II. Untuk posisi (b)
Tidak diperlukan belajar, gak usah berpikir, hiduplah sesuka anda...Wallahu- a'lam.
III. Untuk posisi (c)
Hanya diperlukan ibadah ala kadarnya (asal ucapin kalimat Tauhid), dan hidup sesuka anda...
Wallahu-a'lam...
Monday, July 04, 2005
Ketika Berada di Shaf Dakwah
Namun kini zaman telah berubah, jumlah pendukung sudah mencapai rastusan ribu orang. Bahkan dalam pendataan terakhir, jumlah simpatisan yang ikut berpartisipasi dalam acara-acara kampanye PKS menjelang pemilu legislatif mencapai 3,5 juta orang. Dari sini PKS mampu meraih suara sekitar 8,3 juta suara. Tantangan dakwah semakin meluas, para kompetitor mulai serius memperhitungkan keberadaan PKS, bahkan tanpa sungkan, partai sekaliber Golkar sekalipun memasukkan poin PKS sebagai ancaman pada pemilu 2009 nanti. Sebuah analisa yang terlalu panjang, kalau tidak disebut saja dengan kepanjangan.
Namun beberapa keistimewaaan yang dulu dipegang erat, seperti disiplin mulai mengendor, kehadiran dalam jadwal pertemuan mulai sering molor. Janji-janji mulai tidak ditepati. Bahkan mulai terlihat gejala-gejala munculnya penyakit-penyakit pasca tanzhim, semacam degradasi moral setelah berada di shaff jamaah dakwah ini. Sebagian dari yang dulunya ikhlash mulai menampakkan bibit-bibit riya’ Mulai terlihat gejala para kader yang tadinya hati-hati kemudian menjadi ghurur (lupa diri).
Disamping itu muncul pula gejala suka menonjolkan diri yang menenggelamkan sikap tawaddhu’ (rendah hati). Ikatan ukhuwwah mulai mengalami perubahan orientasi. Sehingga sebagian kader yang tadinya sudah mulai bersemangat, kini juga tertular dan menunjukkan sikap-sikap malas. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adanya indikasi-indikasi telah terjadinya pelanggaran batas-batas ketentuan syari’ah. Mana boleh mana yang tidak, batasan halal haram perlahan mulai dilanggar.
Walaupun secara perhitungan presentasenya masih sangat kecil, namun secara sampling gejala ini sangat menggusarkan. Hal ini harus segera ditangani dengan serius dan sungguh-sungguh. Ibarat api yang berada di tengah rumah kita, harus dipadamkan sejak kecil. Jangan ditunggu besar, sebab nanti kita tidak akan mampu mengatasinya. Pengelolaan kader dengan jumlah ratusan ribu tentu merupakan suatu tantangan sendiri bagi kita yang sudah berada di shaff dakwah ini. Pertumbahun kader, disamping menggembirakan hati kita, akan tetapi sekaligus mengingatkan, bahwa setiap kader berpotensi sebagai pendukung gerakan dakwah ini, dan sebaliknya juga berpotensi sebagai pembuat musykilah (gangguan) bagi kita semua.
Pola pembinaan harus diperbaiki, bangunan manajemen kita harus segera ditata ulang, kita tidak boleh alergi dengan penyesuaian-penyesuaian metode sesuai dengan kemajuan zaman disamping semakin canggihnya musuh-musuh merusak bangunan Islam ini.
Kini kesibukan di lapangan politik membuat sebagian kader kewalahan untuk menyeimbangkan komposisi kegiatan yang mesti dilakukan. Terkadang
Maka core aktifitas kita, yaitu kewajiban tarbiyyah tidak boleh terlalaikan. Dia harus menjadi prioritas dalam rancangan-rancangan program. Sebab dari sinilah kita mendapatkan suplai enegi bagi aktifitas dakwah yang padat ini. Kelemahan pada sisi tarbiyyah tentu akan mengakibatkan berbagai gejala-gejala negatif, seperti penyakit pasca tanzhim yang telah diurai diatas tadi.
Program maintenance dari dakwah dan pencarian alternatif-alternatif solusi dalam pengelolaan dakwah sangat dibutuhkan. Dan diantara yang sering dibincangkan dalam suasana konflik kesibukan politik dan dakwah seperti sekarang ini adalah tarbiyyah dzatiyah, semacam tarbiyyah mandiri. SEbenarnya kegiatan seperti ini mulai diajarkan di sekolah-sekolah dasar dengan sebutan Cara Belajar Siswa Aktif. Dimana murid-murid diberikan paket-paket buku dan modul, para siswa yang lebih aktif akan mendapat kemajuan yang signifikan dalam setiap semesternya.
Dalam tarbiyyah dzatiyah, kata ‘mandiri’ tidak identik dengan infirodi (individual). Jadi pengelolaan maupun konsepnya tetap dalam lingkup amal jama’i, namun para kader dirangsang untuk melakukan upgrade masing-masing diri dengan banyak membaca, hafalan ayat dan hadits, latihan olah raga, beladiri dsb. Yang semuanya itu tidak mungkin harus dilaksanakan seluruhnya dalam acara-acara struktur untuk para kader.
Kongkritnya, setiap kader hendaklah menyusun program-program harian, pekanan, bulanan bahkan tahunan, dan setiap kader harus mendisiplinkan diri menjalankan rancangan program tersebut. Jika hal-hal sederhana ini kita coba mulai dari kita sendiri, maka ungkapan seorang ulama, menjadi terbukti dalam istilah ‘Al-Wajibatu aktsaru minal awqaat’, bahwa ternyata kewajiban-kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Dengan demikian setiap waktu menjadi begitu bermakna dan berlalu tanpa kesia-siaan. Insya Allah.
Tifatul Sembiring
Presiden PKS
Thursday, June 30, 2005
Oleh: Alm. K.H. Rahmat Abdullah (Tarbawi)
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudhu di dingin malam, lapar perut karena shaum atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
As-shiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka," ucapnya lirih.
Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma'siat menggodamu dan engkau menikmatinya? Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi.
Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Rasa malu kepada Allah, dimana kau kubur dia?
Di luar
Dan masyarakat memanjakan mereka, karena "mereka masih d ibawah usia." Mungkin engkau mulai berfikir, "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan --bila engkau laki-laki atau sebaliknya (akhi dan ukhti)-- dicelah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh." Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat?"
Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berpakaian perempuan, karena kau sangat percaya kepada ustadzmu yang mengatakan, "Jika Allah melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?" Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, lalu sesudah itu urusan kesendirian tingga llah antara engkau dengan lamunanmu, tak ada Allah disana?
Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justru engkau sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Kau yang tak mampu melawan berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu resepsi mewah. Berbisiklah syaithanmu: "Jika kau duduk di lantai atau di kursi malam ini citra da'wah akan ternoda." Seakan engkau-lah pemilik da'wah ini.
Lupakah kau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter. Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"-nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi, lalu dengan enteng mengatakan, "Itu maharku, Allah waliku dan malaikat itu saksiku," dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan, "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam seperti ayah, bahkan lebih dekat lagi."
Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam organisasinya? Kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat masyarakat awam? Bukankah ini mengkomersilkan kekurangan masyarakat? Koruptor macam apa engkau ini? Semoga ini tak terjadi pada dirimu, karena kafilah yang pernah berlalu tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.
Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada Amerika dan Zionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka, semata-mata karena nuansa "westernnya." Engkau akan menjadi faqih pedebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.
Mahatma Ghandi memimpin perjuangan kemerdekaan
Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah mewah serta hidup di tengah gemerlap kehidupan selebritis. Saat fatwa digenderangkan, ummat tak lagi punya kemauan untuk mendengar. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku?"