Thursday, November 22, 2007

Ternyata, setiap orang pasti mempunyai waktu
tapi yang jadi permasalahan apakah dia menyadarinya
jika hal tersebut dapat diketahui lebih awal, alangkah enaknya
tetapi sayang sekali jika waktu tersebut telah lewat
bahkan hanya berlalu didepan mata

Ternyata, setiap orang tentu menyadari waktu
tetapi apakah ia mau menyadarinya
atau hanya ingin berpura-pura lupa waktu
berapa banyak yang tau waktu itu datang
tapi berapa banyak yang datang untuk menyambutnya
berapa banyakyang tau waktu itu pergi
tapi berapa banyak yang rindu akannya

Ternyata, setiap orang lupa waktu
tapi ada banyak orang yang bersenang-senang dengan waktu
tapi tidak sedikit orang yang bergembira dengan waktu

Sadarkah, aku akan waktu ku?
sadarkah aku apa yang telah ku lalui dengan waktu
sadarkah aku apa yang telah ku goreskan rasa rindu dengan waktu
....
Waktu..

Friday, December 08, 2006

hari-hari menyibukkan datang lagi
hari-hari yang menyita waktu tuk berdakwah
dakwah disekolah
dengan teman-teman
dengan keluarga juga tidak boleh terlupakan

kekuatan...
aku butuh kekuatan...
kekuatan agar bisa bertahan
dan kekuatan agar jangan hanya bisa bertahan
tapi...
kekuatan untuk melakukan yang lebih... lebih... dan lebih baik lagi

bantu aku dengan doa mu teman
bantu aku dengan dukunganmu
bantu aku dengan memberiku motivasi untuk terus maju dan berkembang
terus terang...
aku sangat butuh bantuanmu...

Saturday, July 30, 2005

Tips Menghilangkan Komedo, Flek Hitam dan Jerawat


Ini ada sedikit tips yang imel temukan dan praktekkan :p, lumayan coz menggunakan bahan - bahan alami, murah dan ada disekitar kita.


Menghilangkan dan Mencegah Komedo

Siapkan buah lemon/tomat. Peraslah salah satu buah tersebut ke dalam mangkok kecil. Apabila terlalu pekat, tambahkan sedikit air. Kemudian ambillah segumpal kapas, usapkanlah kewajah yang sudah bersih. Ulangi sebanyak yang dibutuhkan, biarkan selama 15 - 30 menit. Bilas dengan air dingin.
Lakukan secara rutin selama seminggu 2 - 3 kali. Bila sudah berkurang dapat dilakukan seminggu sekali.


Menghilangkan Kulit Kusam dan Flek Hitam

Yaitu dengan menggunakan masker bengkoang. Caranya : parut bengkoang, kemudian parutan tersebut terutama airnya dioleskan pada wajah yang sudah dibersihkan sebelumnya. Diamkanlah minimal 15 menit sampai mengering. Kemudian basuhlah dengan air hangat.
Lakukan secara rutin seminggu sekali.


Menghilangkan Jerawat

Yaitu dengan membubuhkan daun sambiloto yang sudah dicuci dan ditumbuk dengan penambahan sedikit air pada jerawat, setelah sebelumnya wajah dibersihkan.

Thursday, July 07, 2005

Lowongan

Kesempatan ini akan diberikan kepada Semua orang tanpa pengecualian.
Anda hanya perlu membaca dan mengerti.

LOWONGAN UNTUK POSISI :
a. Anggota Syurga Dari Awal.
b. Anggota Neraka Dari Awal.
c. Anggota Neraka temporer Kemudian ditransfer ke Syurga.

I. EMPAT KEUNTUNGAN LUMAYAN (untuk posisi a ):
a. Nikmat kubur.
b. Perlindungan di Padang Mahsyar.
c. Keselamatan Meniti Sirath-al mustaqim.
d. Syurga yang kekal abadi.

WAKTU WAWANCARA/INTERVIEW
Kapan saja secara adhoc mulai dari saat membaca iklan ini.

LOKASI WAWANCARA/INTERVIEW:
Dalam kubur (alam barzakh).

SYARAT:
- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan pangkat atau sertifikat.
- Tidak perlu bawa harta (yang banyak)
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi

Hanya diperlukan bawa dokumen asli Iman dan Amal.
Yang melakukan interview; Mungkar dan Nangkir.

INI NIH BOCORAN PERTANYAAN INTERVIEW (6 Soal)
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa Agamamu ?
3. Siapa Nabimu?
4. Apa Kitabmu?
5. Dimana Kiblatmu ?
6. Siapa Saudaramu?

CARA MELAMAR:

Tak perlu kemana-mana dan bersusah payah, Anda hanya menunggu jemputan yang berkaliber untuk menjemput anda. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (mungkin sebentar lagi), namanya Izrail.

TIPS UNTUK BERHASIL DALAM WAWANCARA TERTUTUP INI:
Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal, yang bermaksud;

Sabda Rasulullah SAW:

"Sesungguhnya! bila jenazah seseorang diletakkan didalam kubur, sesungguhnya jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu.

Jika mayat itu seorang muslim, maka sholat yang dilakukannya ketika beliau masih hidup akan diletakkan di kepalanya, puasanya diletakkan di sebelah kanannya, zakatnya diletakkan di sebelah kirinya dan amalan kebajikan sedekah, silaturrohim, masalah kebajikan dan ihsan diletakkan diujung kedua kakinya.

Ia akan didatangi malaikat dari bagian kepala, maka sholat itu berkata kepada malaikat: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kanan, maka puasa berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kiri, maka zakat berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk. Kemudian dia didatangi dari arah ujung kakinya dan berkatalah amal kebajikan: di bahagianku tidak ada jalan masuk.


Maka malaikat berkata kepadanya: Duduklah kamu! Kepadanya (mayat) diperlihatkan matahari yang sudah mulai terbenam, lalu malaikat bertanya kepada mayat itu: Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad SAW) yang kamu dahulu sentiasa berbicara tentang dia, dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya? Maka mayat itu berkata: Tinggalkan aku sebentar, aku hendak sembahyang. Malaikat berkata: sesungguhnya engkau akan mengerjakan sholat (boleh saja) tetapi jawab dahulu apa yang kami tanyakan ini. Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad SAW) yang dahulu kamu selalu berbicara tentang dia; dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?

Maka berkata mayat itu: Laki-laki itu Nabi Muhammad SAW dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW itu ialah utusan Allah SWT yang membawa kebenaran dari Allah SWT. Maka malaikat berkata kepada mayat itu; Demikianlah kamu dihidupkan dan begitu juga kamu dimatikan dan dengan demikian juga kamu dibangkitkan semula di akhirat, Insya Allah.

Kemudian dibukakan baginya satu pintu disyurga, maka dikatakan kepadanya itulah tempat kamu dan itulah janji Allah pada kamu dan kamu akan berada di dalamnya. Maka bertambah gembiralah mayat itu. Kemudian dilapangkan kuburnya seluas 70 hasta dan disinari cahaya baginya.

Wah..Nampaknya pertahanan kita perlu kuat nich...dari semua penjuru (kepala, kanan, kiri dan ujung kaki).

II. Untuk posisi (b)
Tidak diperlukan belajar, gak usah berpikir, hiduplah sesuka anda...Wallahu- a'lam.

III. Untuk posisi (c)
Hanya diperlukan ibadah ala kadarnya (asal ucapin kalimat Tauhid), dan hidup sesuka anda...

Wallahu-a'lam...

Monday, July 04, 2005

Ketika Berada di Shaf Dakwah

Alangkah cepatnya waktu berlalu. Banyak peristiwa-peristiwa besar telah terjadi. Beribu bahkan berjuta pengalaman terhampar dihadapan sebagai pelajaran. Para pendukung dakwah ada yang datang dan ada pula yang berguguran. Sesuai sunnatullah dan sunnah da’wah itu sendiri. Karena jalan dakwah ini hakekatnya akan selalu menelusuri jalan yang panjang, sedikit pendukung serta banyak rintangan.

Belum begitu lama rasanya bersama teman-teman sesama mahasiswa berdakwah kian kemari. Sehari bahkan ada sanggup yang mengisi sampai 3 kelompok halaqoh. Gesit, lincah, mobile, idealis, semangat yang penuh izzah, menegakkan kalimatullah. Pada hari-hari itu maupun bulan-bulannya selalu dipenuhi dengan agenda halaqoh, training, tadabbur al-qur’an dan sesekali melakukan tafakkur alam. Karena sering dicurigai – dimasa orde baru- maka kegiatan inipun sering dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, di musholla, di petak-petak kontrakan, di tempat-tempat kos, ditaman-taman bahkan di gudang yang tidak terpakai lagi. Pada masa itu rasanya, hitungan barisan pendukung dakwah masih sangat sedikit, masih dibawah seratusan orang. Ketika itu ikatan ukhuwwah terasa sangat kuat, rasa persaudaraan serta ta’awun diantara teman-teman seperjuangan sangatlah kental. Suasana senasib dan sepenanggungan terbangun melalui pertemuan-pertemuan di jalsah ruhiyyah dan diskusi mengenai masalah ummat serta segala problematikanya.

Semangat beribadah juga tearasa sangat tinggi, disamping ibadah mahdhoh, puasa senin-kamis, qiyamul lail serta getol sekali melaksanakan ibadah-ibadah sunnat lainnya. Hal ini diiringi oleh semangat perjuangan yang menyala-nyala, perubahan melakukan shibghoh, pencelupan nilai-nilai Islam. Jenggot dipanjangkan sementara dahi mulai berwarna hitam sebagai tanda bekas sujud.

Diantara ikhwah satu persatu mulai menikah diusia yang relatif masih muda. Terharu rasanya melihat –dalam acara-acara tertenu seperti walimahan- pasangan muda ini berjalan kaki, suami isteri, bertukar kendaraan umum sambil menggendong anak perempuan kecil berjilbab, yang manis-manis dan lucu.

Walaupun rata-rata ikhwah saat itu hanya tinggal di rumah-rumah petakan yang plesetkan dengan istilah kontraktor, sehingga mereka bebas memilih jenis kontrakan yang sesuai dengan kekauatan kantong masing-masing.

Ada kenangan indah dimana diantara kita masih hapal nama-nama anak masing-masing. Semua kenangan ini seolah masih terasa baru kemarin dan masih segar dalam ingatan kita semua.

Namun kini zaman telah berubah, jumlah pendukung sudah mencapai rastusan ribu orang. Bahkan dalam pendataan terakhir, jumlah simpatisan yang ikut berpartisipasi dalam acara-acara kampanye PKS menjelang pemilu legislatif mencapai 3,5 juta orang. Dari sini PKS mampu meraih suara sekitar 8,3 juta suara. Tantangan dakwah semakin meluas, para kompetitor mulai serius memperhitungkan keberadaan PKS, bahkan tanpa sungkan, partai sekaliber Golkar sekalipun memasukkan poin PKS sebagai ancaman pada pemilu 2009 nanti. Sebuah analisa yang terlalu panjang, kalau tidak disebut saja dengan kepanjangan.

Namun beberapa keistimewaaan yang dulu dipegang erat, seperti disiplin mulai mengendor, kehadiran dalam jadwal pertemuan mulai sering molor. Janji-janji mulai tidak ditepati. Bahkan mulai terlihat gejala-gejala munculnya penyakit-penyakit pasca tanzhim, semacam degradasi moral setelah berada di shaff jamaah dakwah ini. Sebagian dari yang dulunya ikhlash mulai menampakkan bibit-bibit riya’ Mulai terlihat gejala para kader yang tadinya hati-hati kemudian menjadi ghurur (lupa diri).

Disamping itu muncul pula gejala suka menonjolkan diri yang menenggelamkan sikap tawaddhu’ (rendah hati). Ikatan ukhuwwah mulai mengalami perubahan orientasi. Sehingga sebagian kader yang tadinya sudah mulai bersemangat, kini juga tertular dan menunjukkan sikap-sikap malas. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adanya indikasi-indikasi telah terjadinya pelanggaran batas-batas ketentuan syari’ah. Mana boleh mana yang tidak, batasan halal haram perlahan mulai dilanggar.

Walaupun secara perhitungan presentasenya masih sangat kecil, namun secara sampling gejala ini sangat menggusarkan. Hal ini harus segera ditangani dengan serius dan sungguh-sungguh. Ibarat api yang berada di tengah rumah kita, harus dipadamkan sejak kecil. Jangan ditunggu besar, sebab nanti kita tidak akan mampu mengatasinya. Pengelolaan kader dengan jumlah ratusan ribu tentu merupakan suatu tantangan sendiri bagi kita yang sudah berada di shaff dakwah ini. Pertumbahun kader, disamping menggembirakan hati kita, akan tetapi sekaligus mengingatkan, bahwa setiap kader berpotensi sebagai pendukung gerakan dakwah ini, dan sebaliknya juga berpotensi sebagai pembuat musykilah (gangguan) bagi kita semua.

Pola pembinaan harus diperbaiki, bangunan manajemen kita harus segera ditata ulang, kita tidak boleh alergi dengan penyesuaian-penyesuaian metode sesuai dengan kemajuan zaman disamping semakin canggihnya musuh-musuh merusak bangunan Islam ini.

Kini kesibukan di lapangan politik membuat sebagian kader kewalahan untuk menyeimbangkan komposisi kegiatan yang mesti dilakukan. Terkadang medan politik terasa lebih menyedot energi dan perhatian yang lebih besar, sehingga bidang-bidang lain dari bangunan dakwah ini agak terabaikan. Seni untuk tetap tawazun dalam pengelolaah dakwah ini merupakan sebuah keharusan, jika kita ingin gerakan ini tetap stabil dan terus meluncur maju ke depan.

Maka core aktifitas kita, yaitu kewajiban tarbiyyah tidak boleh terlalaikan. Dia harus menjadi prioritas dalam rancangan-rancangan program. Sebab dari sinilah kita mendapatkan suplai enegi bagi aktifitas dakwah yang padat ini. Kelemahan pada sisi tarbiyyah tentu akan mengakibatkan berbagai gejala-gejala negatif, seperti penyakit pasca tanzhim yang telah diurai diatas tadi.

Program maintenance dari dakwah dan pencarian alternatif-alternatif solusi dalam pengelolaan dakwah sangat dibutuhkan. Dan diantara yang sering dibincangkan dalam suasana konflik kesibukan politik dan dakwah seperti sekarang ini adalah tarbiyyah dzatiyah, semacam tarbiyyah mandiri. SEbenarnya kegiatan seperti ini mulai diajarkan di sekolah-sekolah dasar dengan sebutan Cara Belajar Siswa Aktif. Dimana murid-murid diberikan paket-paket buku dan modul, para siswa yang lebih aktif akan mendapat kemajuan yang signifikan dalam setiap semesternya.

Dalam tarbiyyah dzatiyah, kata ‘mandiri’ tidak identik dengan infirodi (individual). Jadi pengelolaan maupun konsepnya tetap dalam lingkup amal jama’i, namun para kader dirangsang untuk melakukan upgrade masing-masing diri dengan banyak membaca, hafalan ayat dan hadits, latihan olah raga, beladiri dsb. Yang semuanya itu tidak mungkin harus dilaksanakan seluruhnya dalam acara-acara struktur untuk para kader.

Kongkritnya, setiap kader hendaklah menyusun program-program harian, pekanan, bulanan bahkan tahunan, dan setiap kader harus mendisiplinkan diri menjalankan rancangan program tersebut. Jika hal-hal sederhana ini kita coba mulai dari kita sendiri, maka ungkapan seorang ulama, menjadi terbukti dalam istilah ‘Al-Wajibatu aktsaru minal awqaat’, bahwa ternyata kewajiban-kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Dengan demikian setiap waktu menjadi begitu bermakna dan berlalu tanpa kesia-siaan. Insya Allah.


Tifatul Sembiring
Presiden PKS

Thursday, June 30, 2005

Kematian Hati
Oleh: Alm. K.H. Rahmat Abdullah (Tarbawi)


Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan tuhannya. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada izin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang Allah berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan Allah atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudhu di dingin malam, lapar perut karena shaum atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

As-shiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka," ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya kepada khalayak. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan ambisi pribadinya, atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dan kata.

Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma'siat menggodamu dan engkau menikmatinya? Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi.

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Rasa malu kepada Allah, dimana kau kubur dia?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU 25% mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan perkosaan, walaupun pada saatnya mereka memperkosa.

Dan masyarakat memanjakan mereka, karena "mereka masih d ibawah usia." Mungkin engkau mulai berfikir, "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan --bila engkau laki-laki atau sebaliknya (akhi dan ukhti)-- dicelah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh." Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat?"

Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berpakaian perempuan, karena kau sangat percaya kepada ustadzmu yang mengatakan, "Jika Allah melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?" Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, lalu sesudah itu urusan kesendirian tingga llah antara engkau dengan lamunanmu, tak ada Allah disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justru engkau sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Kau yang tak mampu melawan berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu resepsi mewah. Berbisiklah syaithanmu: "Jika kau duduk di lantai atau di kursi malam ini citra da'wah akan ternoda." Seakan engkau-lah pemilik da'wah ini.

Lupakah kau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter. Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"-nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi, lalu dengan enteng mengatakan, "Itu maharku, Allah waliku dan malaikat itu saksiku," dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan, "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam seperti ayah, bahkan lebih dekat lagi."

Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam organisasinya? Kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat masyarakat awam? Bukankah ini mengkomersilkan kekurangan masyarakat? Koruptor macam apa engkau ini? Semoga ini tak terjadi pada dirimu, karena kafilah yang pernah berlalu tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.

Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada Amerika dan Zionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka, semata-mata karena nuansa "westernnya." Engkau akan menjadi faqih pedebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan kemerdekaan India dengan kain tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh kekanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana. Bila ia minta bangsanya mendongakkan kepala dengan bangga, maka 300 juta bangsa India akan tegak, walaupun tulang punggung mereka tak kuat lagi berdiri karena lapar dan kurang gizi.

Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah mewah serta hidup di tengah gemerlap kehidupan selebritis. Saat fatwa digenderangkan, ummat tak lagi punya kemauan untuk mendengar. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku?"